• Sabtu, 25 September 2021

LSM Benteng Bekasi Tolak Investasi PDAM Yang Tidak Berpihak Untuk Rakyat

- Selasa, 14 September 2021 | 07:11 WIB
LSM Benteng Bekasi saat melakukan aksi menolak investasi di PDAM Tirta Bhagasasi.
LSM Benteng Bekasi saat melakukan aksi menolak investasi di PDAM Tirta Bhagasasi.

BEKASI - PDAM Tirta Bhagasasi kembali mengundang konflik di masyarakat. Setelah beberapa kali didemo terkait pelayanan konsumen dan kualitas air yang buruk, serta adanya dugaan KKN di lingkungan direksi yang diungkap aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Bekasi. Kali ini, LSM Benteng Bekasi mempertanyakan kegiatan BOT (Building Operation Transfer) yang dikerjasamakan Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan pihak investor melalui PDAM Tirta Bhagasasi. LSM Benteng Bekasi secara tegas menolak investasi yang tidak berpihak kepada rakyat.

"PDAM Tirta Bagasasi belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat," kata ketua umum LSM Benteng Bekasi Turangga kepada MITRANews.net, Selasa (14/09/2021) pagi.

Baca Juga: DPRD Minta Bupati Bekasi Percepat Pemisahan Aset PDAM TB

Selain pelayanan konsumen yang buruk dan kualitas air yang kotor, PDAM Tirta Bhagasasi tidak melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan proyek investasi yang diselenggarakan oleh perusahaan air minum tersebut.

Turangga mengaku dirinya kerap menerima aduan dari kelompok masyarakat yang selalu merasa dirugikan karena tidak pernah dimenangkan dalam kegiatan-kegiatan pekerjaan yang diselenggarakan PDAM. Hal tersebut menjadi alasan LSM Benteng Bekasi melakukan aksi demonstrasi ke kantor PDAM Tirta Bhagasasi di jalan raya Kalimalang, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Senin (13/09/2021) kemarin.

Baca Juga: PDAM tirta Bhagasasi Tidak Profesional Kelola Air Minum

“Kami menilai pihak PDAM telah sengaja menjegal para investor asli orang Bekasi, dan tidak memberikan kesempatan putra-putri Kabupaten Bekasi untuk ikut serta dalam tender proyek mereka, ini adalah diskriminasi, sebab orang kabupaten Bekasi sebenarnya punya kemampuan tapi selalu mereka pilih kasih," ungkapnya.

Karena sikap direksi tersebut, banyak terjadi kecemburuan sosial di kalangan masyarakat Kabupaten Bekasi. 

“Tidak menutup kemungkinan terjadi praktek korupsi dan kolusi di dalamnya, dan bisa saja ada gratifikasi di setiap kegiatan yang digelar PDAM," kata Turangga.

Halaman:

Editor: Doni Ardon

Tags

Terkini

Langgar Ketentuan PPKM, Polisi Segel Kafe Dan Bar Tebet

Selasa, 21 September 2021 | 15:09 WIB

Percepatan Vaksin Jabar, Juga Dikebut Kuningan 

Selasa, 21 September 2021 | 06:04 WIB

Uji Coba Pengunjung Mall Usia 12 Tahun ke Bawah

Senin, 20 September 2021 | 21:42 WIB
X