Unras Petani Sawit Plasma Di Gedung DPRD Kabupaten Sintang Desak Transparansi Perusahaan

- Rabu, 9 Maret 2022 | 16:15 WIB

SINTANG, MITRANEWS.NET - Puluhan Petani plasma yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Petani Plasma (Amplas) Borneo, Koperasi BTS HPI Grup, DPC Pelikha, Forum Tumenggung, Apkasindo dan LBH MADN gelar unjuk rasa di depan gedung DPRD kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa, (8/3/2022).

Setelah masing-masing ketua perwakilan berorasi di depan gedung DPRD kabupaten Sintang untuk menyampaikan beberapa tuntutannya, kemudian beberapa perwakilan memasuki ruangan sidang gedung DPRD kabupaten Sintang untuk beraudiensi dengan Ketua serta pimpinan komisi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sintang Florensius Ronny menyambut baik para Petani dari berbagai perwakilan aliansi masyarakat tersebut.

Florensius Ronny mengatakan bahwa, dari 14 tuntutan yang disampaikan Ampelas Borneo terkait kebun plasma HPI, Julong, Gunas dan PT SDK.

Merespon tuntutan itu, dirinya bersama anggota DPRD kabupaten Sintang akan segera menindaklanjuti dengan turun ke lapangan paling lambat 2 Minggu kedepan.

"Saya pastikan Minggu depan segera melakukan investigasi langsung ke perusahaan," ujarnya.

Dikatakan Ronny untuk Minggu-minggu ini belum bisa dikarenakan dirinya akan mengurus pengobatan anaknya.

Sejumlah keluhan petani plasma, salah satunya pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang sangat kecil, Ronny mencontohkan seperti kebun plasma dengan tanaman umur 10 tahun saja namun pembagian yang diterima per tiga bulan untuk satu kavling hanya Rp 53 ribu.

“Sangat ironis. Pada saat harga sawit sangat tinggi, tahun tanam sudah 10 tahun, kenapa kok hasilnya sangat minim? Ini yang mau kita lihat juga apa masalahnya,” katanya.

Halaman:

Editor: Didik Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X