• Sabtu, 26 November 2022

Jampidsus: Nilai Kerugian Negara Perkara PT Duta Palma Group Bertambah Rp104,1 Triliun

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:36 WIB
Hasil perhitungan kerugian perekonomian Negara kurang lebih Rp99,2 Triliun (Mitranews.net)
Hasil perhitungan kerugian perekonomian Negara kurang lebih Rp99,2 Triliun (Mitranews.net)

MITRANEWS.NET - JAKARTA- Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Dr. Febrie Adriansyah didampingi Kepala Pusat Penerangan Hukum Ketut Sumedana, bersama dengan Deputi Bidang Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Agustina Arumsari menggelar konferensi pers terkait perkembangan perkara PT Duta Palma Group serta Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP kerugian keuangan Negara dan perekonomian Negara yang berlangsung di Press Room Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Selasa ( 30/8/2022 ).

Dalam Konferensi Pers, JAM-Pidsus menyampaikan ada perubahan nilai dari awal Penyidik menemukan kerugian sebesar Rp78 Triliun dan saat ini total kerugian keuangan dan perekonomian Negara kurang lebih sejumlah Rp104,1 Triliun.

“ Dan ini harus dipahami bahwa sekarang Kejaksaan tidak lagi menggunakan instrumen kerugian Negara tetapi sudah mencoba membuktikan kerugian perekonomian Negara karena cakupannya lebih luas sehingga nilainya cukup besar,” ujar Jampidsus Febrie.

Baca Juga: Lagi, Faizal Hafan Farid Ingatkan Pemprov Jabar Perhatikan Ruas Jalan Rusak

Menurut Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana Konferensi pers diawali dengan penyerahan uang hasil penyitaan barang bukti dalam perkara PT Duta Palma Group atas nama Tersangka SD atau Surya Darmadi secara simbolis dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Dr. Febrie Adriansyah kepada perwakilan Bank Mandiri sebesar Rp5.123.189.064.978; USD11.400.813,57; SGD646,04.

Selanjutnya, terkait dengan kerugian Negara, JAM-Pidsus menyampaikan ada 2 (dua) sisi kerugian Negara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu atas nama Tersangka SD, yakni kerugian keuangan Negara dan kerugian perekonomian Negara.

Dalam proses pemberkasan, JAM-Pidsus menyampaikan sudah hampir rampung dilakukan dan berterima kasih kepada auditor BPKP karena dengan selesainya perhitungan kerugian keuangan Negara dan atau perekonomian Negara. JAM-Pidsus meyakini bahwa dalam beberapa hari ke depan, berkas akan dirampungkan oleh Tim Penyidik terhadap para Tersangka yang telah dilakukan penahanan, dan kemungkinan perkara ini akan berkembang termasuk dalam pelacakan aset yang sedang dilakukan.

Baca Juga: HUT RI dan HUT Jabar ke 77, Anggota DPRD Jabar Faizal Hafan Farid Dukung Jalan Sehat Bertema Family Fun Walk

Selanjutnya, JAM-Pidsus menyampaikan aset milik Tersangka SD yang telah disita dalam perkara PT Duta Palma Group yaitu:
Aset yang telah dinilai:
1. 40 (empat puluh) bidang tanah yang tersebar di Jakarta, Riau, Jambi dan Kalimantan Barat;
2. 6 (enam) pabrik kelapa sawit di Jambi, Riau dan Kalimantan Barat;
3. 6 (enam) gedung yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat;
4. 3 (tiga) apartemen di Jakarta Selatan;
5. 2 (dua) hotel di Bali;
6. 1 (satu) unit helikopter;
Adapun 6 (enam) aset diatas bernilai kurang lebih sebesar Rp11,7 Triliun.
7. Uang yang tersebar di beberapa rekening
• Rp5.123.189.064.978
• USD. 11.400.813,57
• SGD 646,04

Halaman:

Editor: Muzer

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faizal Hafan Farid: PKS Sudah Membuka Posko di Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 07:51 WIB
X