• Sabtu, 26 November 2022

SPBU Kompak Diduga Lakukan Penyalahgunaan BBM Subsidi, DPP TOPAN RI Minta Ditreskrimsus Polda Riau Tangkap

- Jumat, 23 September 2022 | 21:40 WIB
Tim Investigasi TOPAN RI DPP mendapati laporan dan bukti-bukti dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM). (Mitranews.net)
Tim Investigasi TOPAN RI DPP mendapati laporan dan bukti-bukti dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM). (Mitranews.net)

MITRANEWS.NET - Kejahatan dalam dunia migas telah menjadi sindikat kasus paling berbahaya. Hal ini dianggap perlu untuk diungkap. Melalui Tim Investigasi TOPAN RI DPP mendapati laporan dan bukti-bukti dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite bersubsidi di SPBU Kompak PT. Bumi Rokan Sejahtera di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir

Jum'at, (23/9/2022)

Tim Investigasi DPP TOPAN RI mendapati laporan bahwa SPBU Kompak PT. Bumi Rokan Sejahtera diduga telah melakukan penyelewengan BBM baik jenis Solar maupun pertalite subsisidi. Dugaan tersebut berawal dari penjualan BBM ke mafia-mafia migas yang menggunakan jerigen dalam jumlah banyak, sehingga harga meningkat dipasaran untuk masyarakat pada umumnya, akibatnya masyarakat tidak lagi menikmati harga sesuai standar SPBU.

Tidak hanya itu, didapati informasi adanya dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar subsidi, informasi yang didapat tersebut berupa jumlah tangki yang masuk ke SPBU sebanyak empat Delivery Order (DO) perbulannya. BBM jenis solar tersebut diduga tidak tepat sasaran dalam penyalurannya.

Lanjutnya, Bahwa Masuknya Pertalite dan Solar ke SPBU Kompak, merupakan berdasarkan rekomendasi dan kebutuhan nelayan, Tim Investigasi DPP TOPAN RI mempertanyakan bahwa nelayan yang mana menikmati BBM subsidi khususnya pertalite tersebut. Hasil Investigasinya, Tim Investigasi DPP TOPAN RI mengantongi sejumlah foto dan video sebagai bukti dugaan penyelewengan BBM subsidi yang dilakukan oleh SPBU Kompak PT. Bumi Rokan Sejahtera di Kubu Babussalam.

"BBM yang masuk ke SPBU Kompak itu atas rekomendasi dan kebutuhan nelayan. Nelayan yang mana yang pakai pertalite. Kami sudah mengantongi bukti foto dan video dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang dilakukan SPBU Kompak ini". Ungkap Lukman Nur Hakim

Penyalahgunaan BBM bersubsidi ini adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 sampai dengan Pasal 58, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah),

Lukman Nur Hakim, terkait penyalahgunaan BBM subsidi tersebut, minta Ditreskrimsus Polda Riau untuk turun ke Kecamatan Kubu Babussalam, guna menindaklanjuti serta memproses oknum-oknum pengurus yang terlibat permasalahan Penyalahgunaan BBM bersubdisi. Ada tiga nama yang terlibat di mafia minyak subsidi ini, itu kita serah saja kepada APH untuk mengungkapkannya.

"Kami minta Ditreskrimsus Polda Riau untuk turun ke Kecamatan Kubu Babussalam. Kami minta tindaklanjuti dan menangkap Oknum-oknum pengurus dari SPBU Kompak PT. Bumi Rokan Sejahtera ini". Pungkasnya
(Red)

Halaman:

Editor: Ida Mulyani

Sumber: Mitranews.net

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faizal Hafan Farid: PKS Sudah Membuka Posko di Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 07:51 WIB
X