Konversi Kompor Gas LPG ke Kompor Listrik Yang Menyengat Orang Miskin

- Minggu, 25 September 2022 | 17:38 WIB
Opini Jacob Ereste berjudul "Konversi Kompor Gas LPG ke Kompor Listrik Yang Menyengat Orang Miskin"
Opini Jacob Ereste berjudul "Konversi Kompor Gas LPG ke Kompor Listrik Yang Menyengat Orang Miskin"

Uju coba PLN memasyarakatkan kompor listrik dengan daya 1.000 watt itu dapat dipastikan mengalami hambatan berat dari penolakan warga masyarakat yang sudah tidak tidak mampu menambah daya. Dan tentu saja dananya juga untuk menggunakan kompor tersebut.

Maka itu, sungguh tidak adil untuk mengurangi beban Negara seperti yang dikatakan Dirut PLN Darmawan Prasodjo. Bahwa program kompor listrik ini sebagai salah satu upaya mengurangi beban Negara terhadap impor LPG yang terus naik. Seperti LPG 3 kg itu katanya adalah barang yang disubsidi oleh pemerintah, sehingga menjadi beban APBN.

Ikhwal beban APBN pun, pemerintah sudah mengeluhkan lebih dahulu lewat kecetiwisannya Sri Mulyani. Ia, mengatakan para Pensiunan itu juga dirasakan sekarang menjadi beban pemerintah juga.

Argumen pejabat pemerintah seperti itu jelas sangat melukai dan menyakitkan hati rakyat. Agaknya, pemerintah harus kebih bijak dan berhati-hati. Sebab kesabaran rakyat sudah mencapai titik penghabisan. Akibatnya, tentu saja tidak pernah kita harapkan terjadi sesuatu yang bisa berada di luar akal sehat, lantaran rakyat dipaksa nekat.

Kendati langkah yang dilakukan pemerintah sesuai dengan misi KTT G20 yang sepakat melakukan transisi energi. Atau bahkan, katena emisi gas buangan yang dihasilkan dari kompor induksi jauh lebih rendah dibanding buangan kompor gas LPG.

Kota Solo dan Bali akan menjadi tempat uji coba proyek migrasi penggunaan LPG ke kompor listrik. Dan uji coba yang lebih terkesan dipaksakan itu, pasti cukup sulit untuk segera dipraktekkan oleh warga masyarakat. Karena bukan hanya peralatan dapur itu tidak sederhana, tapi daya listrik warga miskin sudah menjadi masalah tersendiri

Upaya untuk memaksakan mengganti kompor gas LPG dengan kompor listrik itu, sungguh seperti sedang membuat rakyat terdengar oleh arus listrik yang menggigit. Atau, untuk membuka ladang bisnis baru untuk sejumlah peralatan dapur bagi pengusaha kuliner. Termasuk makanan keliling yang harus menciptakan tabung daya listrik yang juga baru.

Halaman:

Editor: Ayatullah Chumaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X