Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:54 WIB
100 orang meninggal dunia pada kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (Mitranews.net)
100 orang meninggal dunia pada kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (Mitranews.net)

MITRANEWS.NET (Malang) - Lebih dari 100 orang meninggal dunia pada kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Hal ini terlihat dari beberapa video dan foto amatir yang diterima dari beberapa pihak dibeberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang.

Korban yang terdata dari beberapa rumah sakit yaitu korban meninggal dunia sebanyak 127 orang, sementara Korban Luka dan dirawat sebanyak 180 orang. Sementara dari Aparat Keamanan terdapat 2 orang Petugas Meninggal Dunia dan 1 orang Petugas dirawat di rumah sakit.

Namun hingga Minggu pagi pukul 04.29 WIB, kondisi di sekitar kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang tempat pertandingan berlangsung masih mencekam.

100 orang meninggal dunia pada kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (Mitranews.net)

Adapun kronologis kejadian kerusuhan suporter pasca pelaksanaan pertandingan Liga 1 antara Arema FC VS Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan Malang sekitar pukul 21.45, setelah selesai pertandingan ketika official Persebaya dan para pemainnya akan masuk ruang ganti dilempari oleh suporter aremania dari atas tribun dengan botol air mineral dan lain lain.

Kemudian ketika pemain dan official Pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC, oleh petugas keamanan di lindungi dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain.

Keributan terus berlanjut ,suporter aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan, karena suporter aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan.

100 orang meninggal dunia pada kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (Mitranews.net)

Kemudian aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter aremania yang menyerang tersebut. Kemudian aremania yang berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion.

Halaman:

Editor: Ida Mulyani

Sumber: Mitranews.net

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beli Atlit Demi Gengsi, Mungkinkah Perdagangan Orang?

Sabtu, 19 November 2022 | 07:54 WIB
X